| » Awal Pendirian SMA Bina Putera-Kopo |
 |
Awalnya adalah sebuah rasa prihatin. Mengapa di kampung yang tidak jauh dari Ibu Kota Jakarta, masih banyak orang yang hanya bersekolah sampai SMP/MTs. Yang perempuan menikah, lelaki langsung mencari nafkah di Jakarta. Sebagai sopir, kenek, kuli, atau apapun yang bisa menghasilkan uang. Kemiskinan tidak memberi ruang waktu bagi mereka untuk belajar. Secara geografis masuk wilayah Kabupaten Serang. Namun jaraknya dari Kota Serang cukup jauh, sekitar 44 km, padahal jarak ke Rangkasbitung (Ibu Kota Lebak), dan Tigaraksa (Ibu Kota Tangerang),tidak mencapai 20 km. Maka, sejumlah elemen masyarakat Kopo mencoba membangun secara swadaya sebuah sekolah SMA. Berdirilah Lembaga Pendidikan dan Pengembangan SDM (LPPSDM) BINA PUTERA UTAMA pada tahun 2003. Lembaga ini kemudian mengoperasikan sebuah "SMA Kampung", sebuah sekolah rakyat yang bernama SMA Bina Putera. Karena letaknya di Kopo, maka dikenal sebagai SMA Bina Putera - Kopo. Selain sekolah formal Lembaga juga memberikan layanan pendidikan non formal, seperti pendidikan keaksaran, kesetaraan, PAUD, kursus, dan sejenisnya. Melalui hibah dari masyarakat, LPPSDM kini telah memiliki lahan yang luasnya 10.604 meter persegi yang terletak di Kampung Sebe Karamat Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo. Pemerintah daerah telah memberi dukungan dalam bentuk perizinan dan berbagai informasi yang mendukung terselenggaranya kegiatan belajar mengajar di SMA Bina Putera-Kopo . Kini lahan yang dimanfaatkan juga bertambah dengan lahan bantuan donatur seluas 22.000 meter persegi yang dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan. Secara keseluruhan lahan di kawasan sekolah mencapai 35.000 meter persegi. Kondisi Kini Pada Tahun ajaran 2009-2010, SMA BINA PUTERA - KOPO memiliki 7 rombongan belajar dengan jumlah murid 225 orang. Diasuh oleh 17 orang guru dengan status guru tetap dan guru tidak tetap. Adapun bangunan yang telah dimiliki adalah 4 ruang kelas, mushala, ruang multimedia, perpustakaan, kantin, ruang kepala sekolah, TU, ruang lab kimia, dan ruang guru. Semua fasilitas sebagian besar merupakan hasil upaya Lembaga bersama masyarakat serta para donatur yang peduli pada bidang pendidikan, termasuk bantuan pemerintah. Lulusan SMA Bina Putera- Kopo telah meluluskan empat angkatan dengan tingkat kelulusan 100%. Jumlah lulusan mencapai 170 orang. Siswa yang ikut tes penerimaan mahasiswa baru di PTN rata-rata lulus dan diterima. Hanya saja minat melanjutkan masih sangat rendah, masih di bawah 30%. Dengan semakin lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran mulai tahun 2008 SMA Bina Putera - Kopo merupakan tahun peningkatan layanan pendidikan, khususnya dalam hal administrasi sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, peningkatan mutu guru, serta mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mendukung prestasi belajar siswa. | |

 |
 |
 |
KTSP, Kurikulum Tujuannya Supaya Penyeragaman
Oleh: Akhmad Supriyatna Judul tulisan ini agaknya aneh. Apa sih maksudnya? Tentu ini sepotong cerita soal dokumen KTSP, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dalam versi yang lain. Kami meminta seorang teman untuk mengantarkan Dokumen Kurikulum Sekolah ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk diperiksa dan ditandatangani kepala... » selengkapnya
|
|
| |
|  |
|